Obat Menghilangkan Jerawat Di Apotik Paling Ampuh


Daftar Obat menghilangkan jerawat di apotik - Pengobatan jerawat secara modern bisa dilakukan dengan obat-obatan atau tindakan medis seperti laser.
Namun, jangan lupakan perawatan sehari-hari khusus untuk wajah yang berjerawat. Karena pola hidup dan kebiasaan menjadi faktor penting selain hormon atau faktor keturunan sebagai penyebab jerawat. Pertama kali ketika ingin mengobati jerawat, harus dicari tahu dulu jenis kulit, penyebab dan jenis jerawat. Apakah meradang dan tingkat peradangannya atau komedonal Faktor penyebab jerawat dan kondisi umum seperti ibu hamil dan menyusui juga perlu diperhatikan. Pada obat-obatan yang diberikan dokter tujuan dan sasarannya adalah mencengah dan mengontrol gejala munculnya jerawat, mencengah atau mengurangi terjadinya jerawat dan menghambat atau mengurangi peradangan pada jerawat. Beberapa obat-obat jerawat yang sering di resepkan oleh dokter adalah

Obat Apotik Ampuh Untuk Menghilangkan Jerawat:
1.Resorcinol
Resorcinol digunakan dalam produk kosmetik berbentuk lotion, salep, sabun atau gel dan digunakan secara topikal atau obat luar. Obat ini dijual bebas dan berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur dan menghilangkan lapisan keratin di luar kulit yang menyebabkan sisik-sisik kasar pada kulit. efek keratolitik ini dapat melunakkan kulit sehingga dapat membantu penyerapan obat lain misalnya sulfur sehingga memberikan efek sinergis. Selain untuk jerawat dan kutil bisa juga untuk ketombe. Tidak terlalu efektif untuk komedolitik. Resorsinol tidak boleh digunakan pada permukaan kulit yang luas terutama pada anak-anak. Bila terjadi alergi hentikan penggunaan. Dosis biasanya 1-5%.
2.Benzoyl Peroxide
Benzoil peroksida dapat digunakan untuk menangani acne inflamasi superfisial (acne yang tidak dalam). Senyawa ini merupakan antibakteri nonantibiotik yang berperan sebagai bakteriostatik terhadap P.acnes. Benzoil peroksida juga mempunyai efek keratolitik dan mengeringkan (sebagai peeling agent dan menurunkan produksi minyak) sehingga dapat menunjang efek pengobatan. Tersedia pada dosis 10% dan 2,5% dan biasanya tersedia pada bentuk gel untuk jerawat. Benzoil Peroksida lebih mengiritasi daripada resorsinol dan asam salisilat.
3.Salicylic Acid
Asam salisilat hampir sama cara kerjanya dengan Resorsinol yang merupakan agen keratolitik serta sedikit antibakteri. Meskipun, Asam salisilat memiliki aksi sebagai komedolitik serta antinflamasi. sehingga lebih ampuh untuk jerawat ringan seperti komedo. Dosis biasanya 1-3%.
4.Asam Azelat
Asam azelat (Azelex) atau Azelaic acid memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, serta komedolitik. Berbentuk anti-bakteri topikal dan harus dengan resep dokter untuk menggunakannya. Asam azelat bermanfaat untuk acne yang ringan hingga sedang pada pasien yang tidak dapat mentoleransi benzoil peroksida. Selain itu, berguna pada hiperpigmentasi postinflamasi sebab memiliki aktivitas sebagai pencerahan kulit. Dosis 15-20% dimana tidak lebih dari 6 bulan pengobatan.
5.Tretinoin
Beragam merek dagang seperti Retin-A atau Vitacid menjadikan tretinoin sebagai bahan aktif. Berguna sebagai anti-aging dan chemical peeling. Tretionin sendiri adalah suatu retinoid yaitu bentuk asam dari vitamin A. Tidak boleh digunakan bersamaan dengan Sulfur, Benzoil Peroksida dan Asam Salisilat. Penggunaan bersamaan dengan alkohol dan bahan-bahan yang mungkin menyebabkan iritasi juga dihindari. Dosis biasanya 0.025-0.1%.
6.Tertrasiklin
Tertrasiklin merupakan jenis antibiotik yang sering digunakan sebagai terapi jerawat sebagai antibiotik oral. Tetrasiklin lebih efektif diberikan 30 menit sebelum makan dan sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. Tetrasiklin juga mengurangi zat – zat kimia yang mengiritasi yang diproduksi oleh sel darah putih, pada akhirnya antibiotik dapat mengurangi konsentrasi asam lemak bebas dalam sebum dan berguna sebagi anti inflamasi.
7.Eritromisin
Antibiotik jenis ini biasanya digunakan sebagai terapi jerawat dan mempunyai beberapa kelebihan dibanding tetrasiklin yaitu dapat mengurangi kemerahan pada lesi dan dapat diberikan bersama dengan makanan. Eritromisin juga dapat digunakan pada pasien yang tidak bisa mengkonsumsi tetrasiklin seperti pada wanita hamil. Eritromisin sering menimbulkan resitensi pada P. Acnes maka eritromisin sering dikombinasikan dengan benzoil peroksida.
8.Minosiklin
Minosiklin merupakan derivat dari tetrasiklin yang digunakan secara efektif sebagai terapi jerawat selama beberapa dekade, khususnya untuk jerawat tipe pustular. Absorpsi obat ini dapat menurun bila dicampur dengan makanan dan susu, tetapi tidak seperti penurunan absorbsi pada tetrasiklin.
9.Doksisiklin
Antibiotik ini sering diberikan pada orang – orang yang tidak dapat merespon pemberian eritromisin atau tetrasiklin. Doksisiklin akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu harus disertai dengan penggunaan tabir surya.
10.Klindamisin
Klindamisin berguna sebagai antibiotik oral untuk terapi jerawat. Efek samping utama berupa infeksi intestinal yang dinamakan kolitis pseudomembran yang disebabkan oleh bakteri.
11.Kontrimoksazol
Antibiotik ini diindikasikan pada penderita yang intoleran dengan tetrasiklin atau eritromisin, atau pada penderita yang tidak ada respon terhadap terapi lain. Kontrimoksazol juga digunakan pada folikulitis gram negatif.

Kesimpulan.
Selain obat-obatan diatas, jerawat juga bisa sembuh dengan mengunakan cara menghilangkan jerawat secara alami, terapi laser dan chemical peeling atau mikrodebramasi.

Anda Membaca: Obat Menghilangkan Jerawat Di Apotik Paling Ampuh

1 Share 1 Kebaikan, Silahkan Bagikan..!!!